Analisa dan Peluang Manfaat Jahe Merah Lengkap

Silahkan share di:

Manfaat Jahe Merah Secara Umum

Jahe merah dan jenis jahe lainnya sudah diketahui memiliki manfaat yang bagus dalam kehidupan.

Dari segi kuliner, pengobatan, terapi dan ekonomi jahe telah mendapatkan posisi dalam aspek tersebut.

Sebagian besar bumbu masakan ada yang menggunakan rempah jahe ini. Tidak pernah ketinggalan dan selalu dicari adalah minuman yang mengandung sari jahe ini.

Dalam bidang bidang kesehatan, jahe juga telah banyak digunakan untuk bahan pengobatan berbagai penyakit dan terapi.

Kandungan zat aktif yang ada pada jahe dapat berfungsi sebagai anti bakteri, anti peradangan atau infamasi dan masih banyak yang lainnya.

Oleh karena itu, kebutuhan akan jahe dalam kehidupan akan sangat tinggi. Sehingga akan memunculkan peluang terjadinya transaksi ekonomi dalam masyarakat.

Transaksi yang terjadi akan membuat terjadinya perputaran ekonomi yang dapat membantu penghasilan masyarakat.

Hal-hal tersebut adalah manfaat jahe secara umum yang bisa diperoleh. Secara spesifik jahe memiliki manfaat yang sangat banyak sekali.

Apalagi dalam bidang kesehatan, kandungan bahan aktif dalam jahe telah banyak diteliti untuk pengobatan.

ini akan memberikan informasi tentang jahe dalam berbagai aspek, tidak hanya mengenai manfaat akan tetapi juga cara pengolahan jahe dan lain sebagainya.

Perbedaan Jahe emprit, gajah dan jahe merah

Perbedaan fisik

Di Indonesia ada tiga jenis jahe yang banyak di tanam. Ke tiga jehe tersebut adalah jahe emprit, jahe gajah dan jahe merah.

Jahe gajah untuk sebagian daerah ada yang menyebutnya jahe badak. Sedangkan jahe merah ada yang menyebutnya sebagai jahe sunti.

Di masyarakat kebanyakan, istilah jahe yang ada dipasar-pasar merujuk pada jahe emprit. Karena jahe emprit memang terbanyak yang ada dipasaran.

Secara fisik dan kasat mata, ketiga jahe tersebut sangat berbeda. Mulai dari ukuran rimpang, warna dan produksi jahe per rumpun terdapat perbedaan.

Perbedaan lain dapat diketahui melalui kandungan minyak atsiri, kadar air dan harga di pasaran.

Jahe gajah memiliki ukuran rimpang yang paling besar di antara jahe-jahe yang lainnya.

Karena ukurannya yang besar disebut juga sebagai jahe badak. Kalau dibelah atau diiris akan terlihat rimpang yang berwarna putih kekuning-kuningan.

Besarnya rimpang jahe gajah ini dapat mencapai 8,5 cm untuk diameternya. Sedangkan tinggi rimpang bisa 6 – 12 cm dan panjangnya bisa 15 sampai 35 cm.

Angka-angka tersebut adalah ukuran jahe gajah yang pernah ditemui. Tentu ada beberapa faktor selama proses penanaman yang dapat mempengaruhi tingkat produktifitas jahe gajah.

Jahe emprit ada yang menyebutnya dengan jahe putih kecil.

Memang ukuran jahe ini rata-rata kecil dan rasanya lebih pedas daripada jehe gajah.

Kadang kita menjumpai ukuran jahe emprit ini cukup besar. Akan tetapi kalau kita menyandingkannya dengan jahe gajah, maka akan terlihat dengan jelas betapa besarnya jahe gajah ini.

Selain itu, warna daging jahe emprit ini lebih kuning dari pada jahe gajah. Diameter maksimal dari jahe emprit ini adalah 4,05 cm.

Sedangkan tinggi rimpangnya 11 cm dengan panjang maksimal sampai 30 cm.

Jahe merah atau jahe sunti ukurannya hampir sama dengan jahe emprit. Akan tetapi jahe merah memiliki pangjang rimpang yang lebih pendek yaitu sekitar 12,5 cm.

Perbedaan yang mencolok dari jahe ini adalah warna kulit arinya berwarna merah. Kalau diiris rimpangnya akan terlihat warna merah muda sampai ada yang berwarna merah.

Kelebihan lain dari jahe merah adalah kandungan minyak atsirinya yang lebih tinggi daripada jahe gajah dan jahe emprit.

Minyak atsiri yang tinggi dipercaya memberikan manfaat yang lebih dalam penggunaanya. Selain itu kandungan minyak atsiri yang tinggi membuat harga jahe merah ini menjadi lebih tinggi.

Perbedaan kimia

Secara kimia, jahe emprit, gajah dan jahe merah memiliki perbedaan yang tidak begitu nyata.

Ketiga jahe tersebut memiliki kandungan kimia yang sama. Hanya saja, jumlah dan konsentrasinya yang berbeda.

Akan tetapi, di luar itu semua jumlah kandungan kimia dalam masing-masing jahe dipengaruhi oleh cara dan proses selama penanaman.

Berikut adalah rangkuman kandungan kimia dari jahe emprit, gajah dan jahe merah yang saya buat dalam tabel supaya lebih mudah dalam melihatnya.

Dari tabel tersebut kita bisa melihat bahwa kandungan minyak atsiri tertinggi ada pada jahe merah.

Hal ini menyebabkan jahe merah menjadi jahe yang paling dicari di pasaran. Kandungan minyak atsiri ini lah yang menjadi sumber khasiat dari jahe merah.

Lanjutkan membaca karena kita akan membahas lebih dalam mengenai minyak atsiri ini.

Minyak atsiri Jahe emprit, gajah dan jahe merah

Ketika anda membaca artikel tentang jahe, pasti akan menemui yang namanya minyak terbang.

Minyak terbang inilah yang dimaksud dengan minyak atsiri.

Karena minyak atsiri sifatnya mudah menguap maka disebut sebagai minyak terbang. Kalau orang luar negeri menyebut minyak atsiri dengan ginger oil.

Dengan penjelasan sederhana, jahe mengandung minyak yang mudah menguap (volatile oil) dan minyak yan tidak menguap (non volatile oil).

Minyak mudah menguap bisa disebut sebagai minyak atsiri sedangkah minyak tidak menguap disebut sebagai oleoresin.

Lebih dalam lagi, minyak atsiri jahe terdiri dari senyawa-senyawa kimia yang sangat kompleks. Tidak perlu saya sebut satu per satu nanti malah seperti artikel ilmiah.

Sedangkan oleoresin adalah hasil ekstrak dari jahe. Kalau istilahnya yang lebih mudah oleoresin itu rendemen.

Minyak atsiri mencirikan bau dan aroma dari sumber bahannya. Bau minyak atsiri dari jahe berbeda dengan minyak atsiri dari cengkeh.

Sedangkan rasa pedas pada jahe disebabkan oleh kandungan yang ada pada oleoresin yaitu gingerol dan shaogol.

Ciri-ciri minyak atsiri

Minyak atsiri jahe terdapat paling banyak pada bagian rimpangnya.

Berdasarkan penelitian penyulingan minyak atsiri jahe, minyak atsiri ditemukan paling banyak pada bagian rimpang jahe.

Minyak atsiri terdapat paling banyak pada bagian bawah kulit rimpang, semakin ke dalam jumlahnya semakin sedikit.

Rimpang jahe basah jumlah minyak atsirinya lebih banyak dari pada rimpang jahe yang kering.

Minyak atsiri yang bagus haruslah memenuhi standard yang di syaratkan.

Syarat tersebut harus dipenuhi supaya minyak atsiri yang kita produksi layak untuk dikomersialkan.

Menurut Asosiasi Minyak Esensial atau Essential Oil Assosiation (EOA) ciri-ciri minyak atsiri yang baik adalah:

Cara menyuling jahe

Menyuling jahe untuk mendapatkan minyak jahe bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Meskipun untuk keperluan sendiri kita harus benar-benar meluangkan waktu, tenaga dan uang untuk bisa membuat minyak atsiri sendiri.

Alat penyulingan sederhana bisa diperoleh dari toko alat dan bahan kimia.

Alat penyulingan sederhana tersebut biasanya dari gelas kaca.

Karena proses penyulingan minyak atsiri dilakukan pada suhu tinggi sebaiknya pilihlah kualitas gelas kaca yang baik. Dikalangan peneliti skala laborat, merk yang cukup baik adalah pyrex. Itupun masih ada kelas-kelasnya juga.

Bahan alat penyulingan harus benar-benar berkualitas. Karena penyulingan dilakukan pada suhu tinggi, ada kemungkinan besar minyak atsiri akan bereaksi dengan bahan .

Hal itu dapat menyebabkan minyak atsiri yang diperoleh menjadi tercemar. Bahan terbaik yang bisa digunakan adalah gelas kaca dan stainless dengan kualitas food grade.

Analisa singkat usaha penyulingan minyak atsiri jahe merah

Untuk usaha penyulingan minyak atsiri yang lebih serius, dibutuhkan investasi yang lebih besar.

Perlu diketahui prosentasi minyak atsiri dalam rimpang jahe merah adalah sebesar 2,58 – 3,90%. Misalnya kita bulatkan menjadi 3 persen saja.

Sedangkan densitasnya adalah 0,877 – 0,882 g/mL. Kita bulatkan misalnya menjadi 0,85 g/mL.

Seandainya kita menyuling jahe merah sebanyak 100 kg, maka dengan presentasi minyak atsiri sebanyak 3% kita akan mendapat minyak atsiri sebanyak 3 kg atau sama dengan 3000 gram.

Sedangkan densitas minyak atsiri adalah 0,85 g/mL maka jumlah minyak atsiri yang kita peroleh adalah:

3000 gram / 0,85 gram/mL = 3529,4 mL atau sekitar dengan 3,5 liter minyak atsiri.

Sekarang kita bisa memasukkan jumlah harga jahe merahnya dikalikan 100 kg, ditambah biaya bahan bakar dan tenaga. Dengan mengetahui harga jual minyak atsiri, maka kita sudah mempunyai hitung-hitungan kasar mengenai peluang usaha ini.

Hitungan tersebut berlaku apabila jahe merah yang akan disuling mempunyai presentase rendemen minyak sebanyak 3%.

Selain itu, alat penyulingan yang digunakan mempunyai efesiensi 100%. Artinya selama proses penyulingan tidak boleh ada minyak atsiri yang hilang.

Akan tetapi banyak faktor yang mempengaruhi kualitas presentase rendemen minyak atsiri dalam jahe merah.

Diantaranya adalah usia pemanenan jahe, proses penanaman dan perawatan, pengiriman dan proses pra penyulingan. Oleh karena itu sebelum menyuling jahe merah ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut.

Jahe merah yang akan disuling harus sudah berusia antara 10 – 12 bulan.

Kurang dari 10 bulan, kandungan minyak atsiri jahe merah belum maksimal. Sedangkan lebih dari usia 12 bulan jumlah kandungan minyak atsiri akan menurun.

Rendemen minyak atsiri yang disuling dalam kondisi basah memiliki prosentasi rendemen yang lebih tinggi.

Menurut sejumlah penelitian, jahe yang akan disuling antara dikeringkan terlebih dahulu dan masih kondisi segar minyak atsiri yang diperoleh lebih banyak jahe yang dalam kondisi segar.

Bersihkan jahe sebelum disuling dari kotoran. Hal ini supaya tidak menimbulkan kontaminasi pada minyak atsiri yang dihasilkan.

Ukuran perajangan rimpang dengan ukuran yang lebih kecil akan memberikan hasil yang lebih maksimal.

Konsultasikan mengenai desain alat penyulingan dengan bengkel yang sudah berpengalaman.

Saran untuk bengkel yang bagus, kalau saya sendiri lebih cenderung ke daerah Surabaya dan Sidoarjo. Di sana banyak bengkel yang sudah melayani pembuatan boiler dan alat penyulingan skala perusahaan besar.

Namun, ini saran yang sifatnya subyektif, tentu di daerah lain juga banyak yang bagus. Hanya saja kurangnya informasi yang saya peroleh untuk itu.

Daftar manfaat jahe

Setelah kita mengetahui tentang jahe dan minyak atsirinya maka satu hal lagi yang perlu kita ketahui yaitu manfaat dari jahe itu sendiri.

Ini perlu supaya kita mengetahui tujuan kita sendiri apabila kita tertarik dan berminat menekuni jahe.

Dibawah ini adalah daftar atau list manfaat jahe yang saya rangkum dari berbagai sumber:

Obat rematik

Mual

Asma

Demam

Stroke

Infeksi

Diabetes

Anti bakteri

Darah tinggi

Anti peradangan

Sakit otot

Anti kanker

Tengorokan

Anti jamur

Kram

Mencegah kerusakan kulit

Mengurangi resiko penyakit jantung

Obat diare

Memberi efek relaksasi

Mengurangi migrain

Mengobati alzeimer

Rendah kalori

Mencegah mabuk laut

Membantu pencernaan

Mengurangi kolesterol

Melindungi kerusakan tulang

Produk makanan

Paralisis

Produk minuman

Mengurangi selulit

Cara menanam jahe

Kita sudah mengetahui perbedaan jahe merah dan jahe lainnya, kelebihannya dan manfaatnya. Satu topik lagi yang sebaiknya kita tahu adalah cara menanamnya.

Menanam jahe sebenarnya cukup mudah. Rimpang jahe sangat mudah untuk tumbuh.

Biasanya, orang-orang hanya menaruhnya ditanah kemudian ditimbun dengan sedikit tanah. Beberapa minggu kemudian maka jahe akan tumbuh. Tentu dengan sesekali dilakukan penyiraman.

Setiap tanaman yang kita tanam, harapannya adalah dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. Supaya waktu dan tenaga yang kita keluarkan menjadi tidak sia-sia.

Berikut ini akan saya bagikan cara menanam jahe yang saya peroleh dari teman saya sebagai petani jahe di Temanggung:

Cara menyemaikan bibit jahe merah

Memilih bibit jahe merah yang berkualitas. Jahe merah yang akan dijadikan bibit sebaiknya usia pemanenan antara 10-12 bulan.

Rendam bibit ke dalam air selama 12 jam atau semalaman. Perendaman bisa menggunakan air biasa. Untuk hasil maksimal peredaman bisa ditambah dengan pupuk cair atau zat perangsang tumbuh.

Tiriskan bibit yang telah direndam hingga air tidak menetes lagi. Banyak nya air yang masik menempel pada kulit jahe dapat mengakibatkan jamur. Selain itu bagian kulit bibit yang terkelupas jadi mudah busuk.

Hamparkan bibit tadi ketanah atau kelantai. Supaya tunas dapat tumbuh dengan cepat diperlukan kondisi lingkungan yang lembab. Apabila lantainya tanah, alangkah lebih baik kalau lantainya dibasahi tersebih dahulu. Atau bisa ditutup dengan kain atau karung goni yang dibasahi.

Tunggu sampai sekitar 1 minggu dengan sesekali diperiksa kelembapannya. Kalau kering disirami lagi dengan sedikit air.

Cara mempersiapkan media tanam jahe merah

Media tanam yang bagus adalah mengandung banyak humus. Kandungan humus yang banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Selain itu, tekstur tanah tidak terlalu padat melainkan berpori sehingga memberikan kemudahan pada akar jahe untuk berkembang.

Oleh karena itu campuran media yang bagus untuk menanam jahe merah adalah tanah, pasir dan pupuk kompos atau pupuk kandang.

Pupuk kandang ini bisa dari kotoran sapi atau kotoran kambing.

Bagaimana cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi dan kambing? Saya telah membahas topik ini di artikel berikut.

Cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi dengan EM4

Cara membuat pupuk kompos dari kotoran kambing dengan EM4

Campuran pupuk kandang dan pasir dalam tanah akan membuat media tanam menjadi porus atau berongga.

Selain itu, tekstur media menjadi remah dan tidak padat menggumpal. Kondisi ini akan memudahkan rimpang jahe merah untuk berkembang.

Sifat pasir yang mudah dilewati oleh air akan menjaga kadar air dalam media terjaga karena kadar air dalam media tidak berlebihan apalagi sampai menggenang.

Perbandingan antara tanah, pasir dan pupuk kompos adalah 1:1/2:1/2. Ketiga media tersebut dicampur dan diaduk sampai merata. Pupuk kompos yang digunakan harus dalam kondisi sudah jadi.

Selanjutnya media tersebut dimasukkan ke dalam wadah tempat penanaman bibit jahe merahnya. Media bisa pot ukuran besar, karung, polibag dan lain sebagainya.

Cara penanaman bibit jahe merah

Buatlah lubang dengan kedalaman sekitar 10 – 15 cm pada media tanam.

Masukkan bibit jahe merah yang sudah muncul tunasnya. Untuk tiap lubang tanam cukup diberi satu ruas bibit jahe merah dengan catatan ruas tadi sudah muncul tunas, atau terlihat bakal tunas.

Tunas jahe yang di tanam dapat di hadapkan ke atas atau kesamping. Hal ini tergantung dari tujuan kita.

Apakah kita akan memaksimalkan pertumbuhan rimpang jahe secara horisontal atau vertikal ke atas. Kalau mendatar maka wadah media yang kita gunakan haru luas. Seandainya ke atas atau vertikal, maka secara berkala kita harus menambahkan media tanam.

Tujuannya untuk menutupi rimpang yang sudah mulai kelihatan. Rimpang yang tertutup dengan media akarnya akan mendapatkan nutrisi sehingga dapat membantu perkembangan rimpang berikutnya.

Pemupukan dilakukan secara berkala. Bisa menggunakan pupuk anorganik atau organik.

Kalau saya lebih menyukai pupuk organik dengan bentuk cair. Pemupukan dilakukan 2 minggu sekali.

Caranya encerkan pupuk organik cair. Untuk 1 gelas pupuk dicairkan dengan 10 liter air. Pemberian ke tanaman sebanyak 1 gelas untuk tiap rumpun.

Untuk keperluan konsumsi jahe bisa di panen pada usia mulai 6-8 bulan. Akan tetapi kalau menghendaki panenan dengan kualitas optimal sebaiknya panen jahe merah pada usia 10 – 12 bulan.

Pengolahan jahe setelah panen

Setelah jahe merah atau jahe yang lain dipanen, hal paling mendasar yang perlu dilakukan adalah bersihkan gumpalan-gumpalan media tanam yang menempel pada rimpang.

Kalau ini tidak dilakukan, jahe anda akan ditawar murah oleh pengepul karena refraksi timbangnya tinggi. Apalagi kalau pemanenan dilakukan saat musim hujan.

Cara efektif membersihkan tanah yang menempel pada rimpang adalah menggunakan semprotan air dengan tekanan tinggi.

Dengan bantuan kompressor, dengan cara ini pembersihan akan lebih cepat dan lebih menghemat air. Kalau tidak punya kompressor bisa dengan merendam jahe dalam wadah yang cukup besar.

Setelah itu, sikat jahe secara perlahan supaya jahe tidak rusak. Setelah jahe bersih, tiriskan supaya jahe kesat dan kering.

Selesai proses awal pembersihan, maka jahe bisa diolah menjadi produk lanjutan yang diantaranya adalah:

Simplisia jahe

Adakalanya apabila ingin menjadi suplier perusaan obat-obatan, kita diminta menyuplai dalam bentuk simplisia.

Menurut Departemen Kesehatan RI, simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia jahe termasuk dalam simplisia nabati.

Sebagai acuan, syarat standard simplisia adalah sebagai berikut:

Minyak atsiri

Minyak atsiri jahe sudah saya bahas pada poin-poin di atas. Bisa dibaca lagi kalau memang diperlukan. Minyak atsiri banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan,parfum, kosmetik, essense, dan penambah citarasa makanan.

Oleoresin

Oleoresin merupakan hasil ekstrak dari suatu bahan, bisa dari jahe atau rempah yang lain. Ia menjukkan ciri khas yang lebih kuat daripada bahan asalnya. Beberapa industri ada yang lebih menyukai oleresin karena lebih efektif sebagai penambah aroma.

Masih banyak sekali produk-produk olahan dari jahe yang sangat menarik untuk diketahui. Singkat saja berikut adalah daftar dari contoh produk olahan jahe:

Bubuk jahe

Anggur jahe

Jahe kering

Asinan jahe

Sirup jahe

Dan seterusnya.

Cukup sampai di sini dulu untuk artikel manfaat jahe merah ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa minggu depan.

Silahkan share di:

Tinggalkan komentar