Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Sapi Dengan EM4

Silahkan share di:

Saya akan membuat sedikit intro kali ini. Ini harus saya lakukan, karena menurut saya perlu untuk menulisnya. Ok, lanjut.

Kelemahan pupuk kompos

Semua petani di desa pada tahu kalau pupuk organik itu lebih baik. Istilah lokalnya pupuk organik itu adalah “Rabok”.

Rabok itu adalah pupuk yang berasal dari tumpukan kotoran hewan. Seperti sapi dan kambing.

Tapi apa coba?

Meskipun mereka tahu kalau pupuk organik itu baik, nyatanya hanya sedikit yang mau menggunakannya.

Seolah – olah petani itu terhipnotis dengan pupuk anorganik. Semacam ada kurang yakin hasil pertaniannya kurang bagus kalau tidak pakai pupuk anorganik.

Memang, pupuk kimia hasilnya langsung bisa terlihat dalam satu periode tanam. Sedangkan pupuk organik reaksinya lebih lambat.

Selain itu, pupuk kimia lebih praktis dan cepat. Butuhnya kapan, beli, langsung bisa dipakai.

Ketersediannya juga merata hampir di setiap desa ada penjualnya. Ya meskipun kadang langka juga sih.

Pupuk kimia juga dikemas dengan rapi, tidak kotor dan petani tidak perlu ruang yang besar untuk menyimpannya.

Inilah saya kira yang menjadi kelemahan dari pupuk organik, khususnya di pedesaan.

Pertama, tidak semua petani itu punya hewan peliharaan ternak. Meskipun ada, biasanya hanya satu atau dua ekor.

Jadi, tidak semua petani punya sumber pupuk organik untuk pertaniannya.

Kedua, kebanyakan petani tidak punya ruang untuk menyimpan pupuk organik ini.

Tentu saja. Data dari PT. Petrokimia Gresik misalnya, per hektar hanya butuh 300 kg untuk pupuk dasar padi.

Itu terdiri dari 100 kg urea, 125 kg SP-36 dan 75 kg KCL. Itu kan hanya butuh 6 karung pupuk. Kalau disimpan di pojokan rumah saja sudah cukup.

Bayangkan kalau harus pakai pupuk organik. Untuk pupuk dasar, butuh jumlah yang banyak, sampai ton – tonan kalau ingin hasil yang sama.

Lima ton kotoran sapi, kalau sudah jadi kompos, volumenya sangat tinggi. Ini karena kandungan airnya sudah cukup berkurang.

Jika setiap rumah di desa punya simpanan pupuk sebanyak ini, sepertinya akan menjadi pemandangan yang aneh kan…

Ketiga, kurangnya informasi tentang pengolahan pupuk organik.

Kotoran ternak yang ditumpuk begitu saja, belum sepenuhnya bisa digunakan sebagai pupuk.

Karena setiap hari ada kotoran baru yang muncul. Kemudian ditumpuk di bagian atas.

Ketika saat pemupukan tiba, hanya pupuk bagian bawah yang sudah jadi kompos. Sedangkan bagian yang atas belum.

Ini mungkin yang menjadi sebab kenapa pupuk organik kinerjanya tidak secepat pupuk anorganik. Karena pupuk diberikan masih dalam kondisi mentah dan belum siap untuk diserap oleh tanaman.

Pupuk kompos kotoran sapi

Pupuk kandang itu secara teori adalah semua hasil buangan dari binatang peliharaan yang dapat digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah.

Kalau misalnya kita memelihara sapi, atau hewan ternak yang lain, alas kandangnya diberi jerami, maka jerami ini akan kesulitan untuk dipisahkan dari kotoran sapi.

Jerami ini disebut pula sebagai pupuk kandang.

Tidak seperti jaman dulu, sekarang pupuk kandang mulai banyak yang mencari.

Seperti di daerah asal saya, pada saat mulai musim kemarau ada beberapa orang yang keliling desa untuk mengambil pupuk kandang ini.

Ini biasanya digratiskan oleh peternak terkait, karena sama-sama saling menguntungkan.

Secara Umum, kandungan unsur hara dalam pupuk kandang lebih rendah daripada pupuk kimia atau anorganik.

Selain itu unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang ini tidak mudah tersedia bagi tanaman. Artinya, tanaman tidak bisa secara langsung memanfaatkaannya.

Hal ini berbeda dengan pupuk organik cair misalnya. Unsur haranya yang tersedia dalam bentuk cair, membuatnya lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.

Saya sudah membuat artikel tentang pupuk organik cair ini. Kalau mau membacanya silahkan buka linknya di bawah ini.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Sapi

Pupuk kandang tidak bisa langsung bereaksi disebabkan karena bentuk N, P serta unsur lain terdapat dalam bentuk senyawa kompleks organo protein atau senyawa asam humat atau lignin yang sulit terurai.

Selain itu, pupuk kandang juga mengandung biji-bijian, gulma, bakteri saprolitik, pembawa penyakit, dan parasit mikroorganisme yang mungkin dapat membahayakan hewan atau manusia.

Kenapa kita harus menghindari pupuk anorganik

Pupuk anorganik/kimia selama ini memang memberikan manfaat yang cukup besar kepada para petani.

Produknya yang praktis, cepat dan efektif dapat memudahkan petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Peran teknologi yang semakin canggih memang mendukung dan bertujuan untuk itu.Pupuk, pestisida, herbisida, dan lain-lain banyak produknya yang tersedia di pasaran.

Namun, kekhawatiran akan efek jangka panjang dari penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia mulai dirasakan.

Penggunaan pupuk kimia, pestisida, herbisida dan obat-obatan kimia yang berbahaya bagi kesehatan, apabila digunakan secara terus menerus dapat mengakibatkan pecemaran lingkungan.

Selain itu efek jangka panjangnya bisa menurunkan fungsi dan kualitas lingkungan.

Untuk itu, penggunaan pupuk organik dan pertanian organik diharapkan dapat digunakan secara luas supaya lingkungan tidak tercemar dan kualitas tanah tidak mengalami penurunan fungsinya.

Standard SNI untuk pupuk kompos

Pada paragraf di atas telah saya sebutkan bahwa pupuk kandang memiliki kekurangan-kekurangan dibandingkan dengan pupuk kimia/anorganik.

Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah pengoptimalan supaya pupuk kandang bisa bersaing dengan pupuk anorganik.

Cara pembuatan pupuk kandang cukup mudah dan biayanya juga tidak banyak, hanya perlu meluangkan waktu, tenaga serta keyakinan.

Menurut Standard Nasional Indonesia, kandungan unsur hara yang ada pada pupuk organik harusnya adalah sebagai berikut:

membuat pupuk kompos dari kotoran sapi

Standar di atas akan kita gunakan sebagai acuan, apakah pupuk kompos dari kotoran sapi yang kita buat ini sudah bagus apa belum.

Kandungan unsur hara kotoran sapi

Dari beberapa jurnal penelitian, kandungan unsur hara dari kotoran sapi sedikit berbeda – beda.

Kemungkinan ini karena jenis pakan yang dikonsumsinya.

Sapi yang pakannya konsentrat dan jerami, kemungkinan kandungan unsur hara kotorannya akan sedikit berbeda dengan sapi yang pakannya dominan rumput.

Dari sebuah sumber penelitian, kandungan unsur hara dari kotoran sapi (dari berat kering) adalah sebagai berikut.[1]

kandungan unsur hara kotoran sapi

Sedangkan pada sumber yang lain, jumlah nitrogen, fosfor dan kalium serta kandungan air pada kotoran sapi masing – masing adalah 0,4 %, 0,2 % dan 0,1% serta 85%.[2]

Masih ada yang lain. Kalau sumber yang satu ini menyebutkan kalau kandungan unsur hara dari kotoran sapi adalah sebagai berikut.

Jumlah nitrogen antara 0,4 – 1 %, fosfor antara 0,2 – 0,5 %, kalium antara 0,1 – 1,5 % dan kandungan air 85 – 92 %.[3]

C/N rasio dari kotoran sapi ini tergolong rendah. Oleh karena itu pembuatan kompos dari kotoran sapi akan lebih baik hasilnya kalau ditambah bahan lain. Misalnya, jerami padi.

Cara membuat pupuk kompos kotoran sapi dengan em4

Cara membuatnya cukup mudah. Bahannya adalah kotoran sapi dan ada bahan tambahan lain. Bahan tambahannya adalah jerami padi.

Tidak masalah kan, kalau harus saya tambahi jerami padi? Karena menurut penelitian hasil dari kompos bisa lebih baik.

Selain itu, jerami padi bukan bahan sulit untuk didapatkan bukan? Dimana – mana bisa ditemui bahan yang satu ini. Bahkan gratis.

Kemudian starter untuk fermentasi yang digunakan adalah EM4. Sebelum digunakan untuk fermentasi kompos, EM4 nya diaktifkan terlebih dahulu.

Cara mengaktifkannya sering saya uraikan pada artikel saya terdahulu. Silahkan dibaca kalau mau lihat. Ini link artikelnya.

Cara membuat pupuk organik cair dari kotoran sapi.

Cara membuat pupuk kompos dari kotoran kambing dengan EM4.

Langkah – langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:

1 . Perbandingan antara kotoran sapi dan jerami padi adalah 60:40. Ini perbandingan yang tidak baku. Mau dibuat 50:50 atau 40:60 juga boleh.

Jadi, kalau kotoran sapinya sebanyak 60 kg, maka jerami padinya 40 kg. Jadi totalnya 100 kg.

Sedangkan EM4 nya untuk jumlah bahan kompos tersebut adalah sebanyak 100 ml. Jangan lupa diaktifkan dulu.

2 . Ini hanya saran saja, jerami padi sebaiknya di cacah terlebih dahulu. Ini akan lebih memaksimalkan proses pengomposan.

Tapi biasanya, jerami ini sudah bercampur aduk dengan kotoran sapinya, dan sulit untuk dipisahkan.

Kalau memang tidak memungkinkan, tidak usah dicacah juga tidak masalah.

3 . Selanjutnya antara kotoran sapi dan jerami dicampur sampai cukup merata. Setelah itu disiram dengan EM4 yang sudah aktif sampai rata juga.

Tipsnya adalah sedikit – demi sedikit bahan kompos dihamparkan tipis – tipis. Kemudian permukaannya disemprot dengan EM4 sampai merata.

Selanjutnya diatasnya ditambahi bahan kompos lagi dan disiram dengan em4 lagi.

Begitu seterusnya sampai bahan kompos habis.

4 . Setelah semua bahan habis, kompos ditutup dengan rapat selama minimal 4 minggu. Setiap 3 hari, dilakukan pembalikan kompos untuk aerasi.

Selesai. Kalau dipegang tumpukannya rasanya sudah tidak panas, maka kompos dari kotoran sapi sudah jadi.

Kualitas dan kandungan hara kompos kotoran sapi

Hasil uji kualitas dari membuat kompos dari kotoran sapi di atas adalah sebagai berikut.

kualitas dan kandungan unsur hara pupuk kompos kotoran sapi

Kalau menurut saya sih hasilnya sudah lumayan.

Sekarang tinggal diaplikasikan dan membuat pupuk kompos dari kotoran sapi di sekitar kita sendiri.

Selanjutnya adalah untuk bisa sepadan dengan pupuk an organik, kira – kira berapa ton pupuk kompos yang harus kita buat.

Untuk pembahasan tersebut rencana akan saya tulis dalam artikel tersendiri.

Jadi, untuk artikel ini saya kira cukup sampai disini.

Silahkan bereksperimen sendiri, semoga berhasil. Jangan lupa untuk mengshare keberhasilannya pada orang lain.

Terima kasih sampai jumla lagi minggu depan.

Referensi

[1] Atyanta, Yohanes Tigana. 2010. Kualitas Kompos dari Campuran Kotoran Sapi Perah dan Jerami Padi dengan Menggunakan Aktivator EM4 dan Mol Tapai. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Peternakan Bogor.

[2] Hariatik.Perbandingan Unsur NPK pada Pupuk Organik Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam dengan Pembiakan Mikro Organisme Lokal (MOL). Program Studi Pend. Sains, Program Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret.

[3] Ni Made Eva Yulia Dewi, Yohanes Setiyo, I Made Nada. 2017. Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. Program Studi Teknik Pertanian Universitas Udayana.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. Iqbal rhamadan berkata:

    Apakah saya boleh meminta alama email nya ?? Karena ada beberapa hal yang belum saya mengerti

  2. Husaini berkata:

    Jerami padi apa bisa digantikan dg yg lain pak?

  3. Muvid Santoso berkata:

    Apakah kotoran sapi yang sudah terkena hujan panas berhari hari bahkan berminggu masih bagus di bikin kompos mas?

Tinggalkan komentar