Obat dan Vitamin Alami Untuk Anak Puyuh Ini Layak Dicoba

Kenapa memberi obat dan vitamin untuk anak puyuh?

obat dan vitamin untuk anak puyuh

Dalam beternak unggas, pasti tidak bisa lepas dari obat – obatan kan? Hampir semua ternak unggas, ayam petelur, pedaging dan bebek melakukan itu.

 

Begitu juga dalam budidaya puyuh. Saat memberi minum pada DOQ puyuh, kita selalu memberi yang namanya vitamin dan antibiotik.

 

Kenapa kita melakukannya? Karena memang seperti ini yang harus dilakukan.

Tujuannya adalah untuk langkah – langkah pencegahan. Dan, semua pelaku budidaya puyuh melakukannya.

Seakan – akan itu adalah langkah yang pakem, benar?

Pakem atau tidak, memberi vitamin dan antibiotik pada anakan puyuh itu memang perlu. Vitamin bisa membantu pertumbuhan puyuh menjadi lebih normal.

Kalau sudah tumbuh normal, harapannya tidak ada yang kuntet. Semua puyuh, kalau bisa bobotnya sama atau seragam.

Harapan yang lebih tinggi lagi, memberi antibiotik sejak dini supaya ternak puyuhnya tidak pada kena penyakit, stress lalu mati.

Jangan sampai hal itu terjadi. Makanya, memberi vitamin dan antibiotik ini memang seharusnya diberikan pada ternak puyuh starter.

Sekarang mudah sekali untuk mendapatkan produk vitamin dan atibiotik untuk unggas fase starter.

Banyak merk yang beredar di pasaran. Misalnya vitachick, vitapur, vitanak dan masih banyak yang lainnya.

Itu yang produk sintetis atau buatan.

Kalau mau yang cara alami, bisa menggunakan daun pepaya. Untuk yang satu ini, akan saya bahas di artikel ini.

Pada bagian akhir artikel ini, nanti kita akan tahu kalau daun pepaya bisa menggantikan obat dan vitamin yang tersebut di atas.

Bakteri yang menyerang puyuh dan penyakit yang diakibatkan

obat dan vitamin untuk anak puyuh

Dari beberapa yang biasanya menyerang puyuh adalah E. Choli dan Salmonella Typhimurium.

Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan diare pada puyuh. Tidak hanya pada puyuh, pada manusia juga bisa menyebabkan penyakit yang sama yaitu diare.

Untuk bakteri E. Coli, sebenarnya mamang ada pada tubuh hewan. Ia terdapat pada organ usus. Lebih tepatnya, usus besar kalau pada manusia.

Akan tetapi, kalau E. Coli berada atau terdapat di luar usus, atau jumlahnya berlebihan, maka bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Sama halnya dengan bakteri E. Coli, bakteri S. Typhimurium juga mempunyai efek yang sama.

Kalau yang S. Typhmurium nama – namanya ada banyak. Sinonimnya antara lain adalah Salmonella choleraesuis serotype typhimurium, Salmonella typhi-murium, Bacillus typhimurium dan Salmonella typhi-murium .[1]

Apa yang akan terjadi kalau puyuh diare?

Yang jelas, fungsi pencernaan akan terganggu.

Saluran pencernaan itu kan berfungsi mencerna makanan sehingga bisa memanfaatkan nutrisi yang ada pada makanan. Kalau proses ini terganggu, maka proses penyerapan nutrisi juga terganggu bukan?

Kalau tidak segera teratasi, maka penyerapan nutrisi oleh puyuh akan terhambat.

Hal seperti ini bisa mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh melemah, maka akan banyak bakteri dan virus yang mudah untuk menyerang.

Akibatnya, doq bisa stress dan mati.

Kalau DOQ sudah terinfeksi oleh ke dua bakteri ini, maka hal ini bisa dengan mudah menular.

Penularan bisa melalui kotoran, makanan dan minuman yang telah tercemar oleh bakteri ini.

Bagaimana makanan dan minuman bisa tercemari oleh bakteri ini?

Doq yang telah terinfeksi, di dalam kotorannya terdapat bakteri ini. Bahkan kalau infeksinya sudah parah, kedua bakteri ini bisa terdapat pada liur dan saluran pencernaan.

Kalau doq yang terinfeksi makan dan minum, maka bakteri bisa ditinggalkan di tempat makan dan minum.

Apalagi kalau tempat minumnya yang loss satu pipa untuk satu kandang. Kemungkinan besar penularannya bisa lebih cepat.

Cara meningkatkan daya tahan tubuh puyuh

obat dan antibiotik untuk anak puyuh

Menjaga daya tahan tubuh puyuh dalam keadaan selalu kuat, itu adalah langkah terbaik untuk menahan serangan penyakit.

Hal ini bisa dilakukan dengan selalu memberikan vitamin dan atibiotik kepada puyuh.

Kandungan vitamin pada produk seperti vitachik sangat lengkap. Kita bisa lihat pada kemasannya.

Kalau tidak punya produknya, ini saya berikan kandungan atau komposisi dari produk tersebut.

obat dan vitamin untuk anak puyuh

Pada tabel di atas, itu adalah komposisi dari vitachik dalam setiap 5 gram. Kalau satu bungkus, berarti nilainya tinggal dikalikan duanya.

Satu bungkus biasanya isi bersihnya 10 gram.

Bacitracin Md itu adalah antibiotiknya.[2] Yang lain adalah vitamin dan nutrisi yang diperlukan oleh puyuh.

 

Kalau kita memberikan produk di atas setiap hari, maka antibiotik juga otomatis diberikan setiap hari bukan?

Baik dalam keadaan sakit atau tidak, antibiotik ikun terminum oleh anakan puyuh.

Kalau antibiotik diminum tidak dalam sedang kondisi sakit, ini bisa memicu munculnya resistensi antibiotik.

Tuh….

Daun pepaya sebagai alternatifnya. Kenapa, apa kandungannya?

Daun pepaya sudah sejak lama digunakan sebagai bahan obat tradisional.

Pasti terdapat kandungan bahan aktif dalam daun pepaya yang berguna dalam dunia pengobatan. Kalau tidak ada apa – apanya, tentu sudah lama ditinggalkan.

Menurut sebuah penelitian, disebutkan bahwa ekstrak daun pepaya ini bisa menggantikan peran dari vitamin dan antibiotik sintetik.

Hal ini karena daun pepaya mengandung senyawa – senyawa seperti saponin, alkaloid, tanin, fenol, flavonoid, triterfenoid, steroid, dan glikosida.

Saponin, ia dapat menurunkan kadar amonia dalam kotoran. Sehingga, ia dapat membuat hewan ternak tidak rentan terhadap penyakit.[3]

Kalau alkaloid sudah tidak diragunakan lagi fungsinya. Ia sudah banyak digunakan dalam dunia medis sebagai pengobatan. Secara detail, akaloid bisa dipelajari di referensi no [4].

Flavonoid juga sama. Ia memiliki sifat yang berguna dalam pengobatan. Ia banyak digunakan sebagai anti bakteri, antivirus, anti kanker, anti radang, antioksidan dan beberapa peyakit pada pembuluh darah jantung.[5]

Efek daun pepaya terhadap bakteri

Kali ini kita akan sedikit lebih fokus pada sifat anti bakteri dari daun pepaya ini.

Karena tujuan kita adalah ingin mendapatkan informasi kalau daun ini bisa menggantikan antibiotik sintetik.

Untuk itu, kita akan menemui beberapa istilah akademik yang mungkin perlu sedikit penjelasan.

Tapi, saya tidak ingin membuat Anda bingung. Oleh karena itu, sebisa mungkin akan saya sampaikan dengan sangat sederhana.

Setiap senyawa yang berfungsi sebagai antimikroba, itu memiliki daya hambat. Daya hambat ini maksudnya seberapa kuat senyawa tersebut menghambat perkembangan bakeri.

Di daun pepaya, senyawa yang saya maksudkan ini adalah flavonoid,tocophenol dan alkaloid karpain.

Senyawa antibakteri dalam daun pepaya memiliki daya hambat yang tergolong sedang sampai kuat.[6] Tergantung jumlah konsentrasi daun pepayanya.

Hal ini merupakan berita bagus. Karena ada senyawa antimikroba yang daya hambatnya terhadap bakteri lemah.

 

Senyawa antimikroba dari pepaya akan membentuk clearing zone saat mereka berinteraksi dengan bakteri.

Senyawa tersebut solah – olah mengkeroyok bakteri dan mengelilinginya. Dengan demikian bakteri tidak bisa berkembang.

Kemudian senyawa antimikroba dari daun pepaya akan bereaksi dengan dinding sel bakteri. Reksi ini akan menyebabkan dinding sel rusak dan inti sel dari bakteri terbuka.

Setelah itu, senyawa bisa masuk ke inti sel bakteri dan merusak struktur DNA bakterinya. Kalau inti selnya sudah rusak, matilah si bakteri itu.

Ini penjelasan sederhananya. Kalau penjelasan secara akademik tentu tidak seperti ini, akan lebih rumit lagi pastinya.

Cara membuat vitamin dan antibiotik dari daun pepaya untuk puyuh

Senyawa yang terdapat dalam daun pepaya akan lebih efektif kalau dalam bentuk ekstrak.

Hal ini karena ekstrak biasanya dalam bentuk cair. Sehingga lebih mudah terserap oleh puyuh.

Pemberiannya juga akan lebih mudah, tinggal memberikannya melalui air minum puyuh.

Meskipun demikian, pembuatan ekstrak daun pepaya ini juga tidak sulit.

Begini caranya.

 

Daun pepaya yang sudah tua, tapi belum kuning, dikeringkan. Kemudian ditambah dengan air.

Perbandingan antara daun pepaya dan air adalah 1:5. Kalau daun pepayanya 1 kg, airnya 5 liter. Kalau daun pepayanya 0,5 kg, airnya 2,5 liter.

 

Kemudian direbus selama 30 menit. Dihitung sejak air mendidih.

Setelah itu didinginkan dan disaring. Hasil saringannya siap digunakan.

Cara pemberiannya dicampurkan dengan air minum. Menurut penelitian, dosis terbaik adalah 7,5 mL ekstrak daun pepaya per ekor per hari.

Penelitian ekstrak daun pepaya untuk antibiotik ternak puyuh

Ada sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui khasiat dari ekstrak daun pepaya ini.

Ekstrak daun pepaya ini diuji cobakan pada doq puyuh mulai umur 2 hari sampai umur 5 minggu.

Pakan yang digunakan adalah pakan komersial yang memiliki kandungan nutrisi standard puyuh starter.

Semua puyuh diberi makanan yang sama kecuali air minumnya yang sedikit dibedakan.

Puyuh starter ada yang diberi minum + vitamin mix, sedangkan kelompok puyuh yang lainnya minumnya diberi ekstrak daun pepaya.

Vitamin mix yang digunakan adalah vitachik. Untuk ekstrak daun pepayanya, ada yang diberi 2,5 mL, 5 mL dan 7,5 mL per ekor per hari.

Namun untuk pemberian ekstrak daun pepayanya, saya akan lebih fokus pada yang 7,5 mL. Ini karena menurut saya, dosis tersebut yang hasilnya paling baik.

Hasil penelitian

Puyuh yang diberi minum dengan vitachick dan ekstrak daun pepaya hasilnya tidaklah jauh berbeda.

Tetap ada perbedaan namun jumlah perbedaannya tidaklah besar.

Secara singkat hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

obat dan vitamin untuk anak puyuh

Dari hasil di atas bisa dilihat bahwa tingkat kematian pada puyuh yang diberi air minum ekstrak daun pepaya, jumlahnya lebih sedikit.

Meskipun tanpa tambahan vitamin mix, performa pertumbuhan juga hampir sama. Meskipun nilainya sedikit dibawah puyuh yang diberi vitamin mix.

Hasil tersebut itu diperoleh setelah lima minggu. Lima minggu itu waktu yang tidak sebentar lho. Karena sebentar lagi puyuh sudah mulai bertelur.

Tanpa vitamin mix sama sekali bobot akhir puyuh rata rata adalah 108,5 gram. Itu masih tergolong normal.

Dengan vitamin mix selama 5 minggu, kematian puyuh hanya 5%. Ini normal – normal saja. Tapi dengan ektrak daun pepaya, tingkat kematiannya malah lebih sedikit lagi.

Kenapa ini bisa terjadi?

Kotoran puyuh juga diambil sampelnya. Kemudian diuji apakah dikotoran puyuh tersebut masih terdapat bakteri atau tidak.

Vitamin dan antibiotik sintetik, kotoran puyuh tidak terdapat bakteri Salmonella typimurium, akan tetapi masih terdapat bakteri E. Coli.

Namun, dengan memberi ekstrak daun pepaya sebanyak 7,5 ml/ekor/hari, kedua bakteri tersebut negatif. Artinya pada kotoran puyuh tidak ada kedua bakteri tersebut.[6]

Keren kan?

Saya berharap akan banyak peneliti – peneliti yang bisa menghasilkan riset yang berguna untuk masyarakat seperti ini. Sebagai tambahan informasi, penelitian ini dilakukan oleh anak IPB bogor.

Bahkan penelitinya berani mengambil kesimpulan kalau dosis ekstrak daun pepaya ini, bisa menggantikan penggunaan vitachick.

Kalkulasi biaya vitachick vs ekstrak daun pepaya

Sekarang, saya akan mencoba untuk menghitung dari segi biayanya. Lebih hemat mana menggunakan vitamin mix atau ekstrak daun pepaya.

 

Untuk itu, kita perlu mengetahui berapa kebutuhan minum minimal yang diperlukan oleh puyuh itu sendiri.

Kebutuhan air minum puyuh

Menurut beberapa literatur, puyuh sampai usia 1 – 5 minggu, total air yang diminum adalah sebanyak 1 – 1,3 liter.

Namun, jumlah kebutuhan minum puyuh ini bisa dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan faktor makanan. Kalau cuaca panas minumnya bisa lebih banyak.

Bahkan ada sumber lain yang menyebutkan kalau puyuh sampai umur 5 minggu bisa minum sebanyak 2,29 liter per ekornya.

Ok, saya anggap minumnya puyuh selama 5 minggu menjadi 2,5 liter. Tentu tidak mungkin kan, kalau minumnya dijatah? Pasti dilebihkan.

Tapi, secara praktek pemberian minum ini sebaiknya diberikan secara tak terbatas. Artinya, air minum puyuh harus tersedia setiap saat.

Ini saya perlukan untuk membuat kalkulasi antara vitamin mix dan ekstrak daun pepaya.

Jumlah vitamin dan ekstrak daun pepaya untuk 1000 ekor puyuh

Saya anggap jumlah puyuh yang dipelihara adalah sebanyak 1000 ekor. Kalau tiap ekor butuh 2,5 liter untuk selama 5 minggu, maka seribu ekor butuh air minum sebanyak 2500 liter.

Sekarang kita lihat dosis penggunaan untuk vitamin mix. Pada kemasannya, untuk dosis A satu bungkus vitamin mix (5 gram) untuk 7 liter air.

Jadi, kalau 2500 liter air jumlah vitamin mix yang dibutuhkan adalah 2500/7 = 357 bungkus.

Kalau harga per bungkusnya adalah Rp. 2.500, maka totalnya adalah Rp. 892.500. Jumlah yang lumayan bukan?

Sekarang kita cek untuk yang ekstrak daun pepaya.

Dosis daun pepaya yang akan digunakan adalah 7,5 mL/ekor/hari.

Kalau ada 1000 ekor puyuh, maka per hari, kita butuh ekstrak daun pepaya sebanyak 7500 mL atau 7,5 liter. Tinggal dikalikan kalau lima minggu berarti kita butuh ekstrak sebanyak 7,5 liter x 35 hari = 262,5 liter.

Untuk memperoleh ekstrak daun pepaya sebanyak ini, kita butuh 1,5 kg daun pepaya kering setiap harinya. Dikira – kira saja, sanggup tidak mencari daun pepaya kering sebanyak ini setiap hari.

Kalau sanggup, silahkan lanjutkan. Kalau tidak, berarti membacanya sudah selesai.

Cukup sulit bagi saya sendiri untuk menghitung biaya produksi ekstrak daun pepaya. Ini karena saya belum dapat informasi yang cukup akurat mengenai bisnis pepaya ini.

Yang saya bandingkan adalah, kalau pakai vitamin mix kita harus keluar biaya sebanyak hampir 900 ribu. Kalau pakai daun pepaya, kita harus mengumpulkan daun pepaya kering sebanyak 1,5 kg.

Kesimpulan

Saya merasa yakin bahwa antibiotik sintetik kalau diberikan setiap hari bisa menimbulkan resistensi antibiotik pada ternak puyuh. Tidak hanya puyuh, mungkin pada ayam petelur, broiler, bebek, itik dan unggas lainnya.

Apalagi kalau pemberiannya setiap hari. Dimana, tidak setiap hari ternak dalam keadaan sakit. Kebanyakan sehat, iya kan.

Masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan sebagai sumber vitamin dan antibiotik. Tetap sudah ada peternak yang sudah menggunakan herbal dalam usaha ternaknya.

Misalnya, Mas Betha. Dia sangat fokus dalam mengembangkan produk herbalnya. Ini bukan promosi lho.

Beliau memang menjual produk, tapi kalau kita berniat ingin membuatnya sendiri, dengan senang hati beliau akan memberi tahu caranya.

Menurut penelitian [6], ekstrak daun pepaya memang bisa digunakan untuk mengganti vitamin mix.

Akan tetapi untuk menggunakannya, sepertinya cukup kerepotan. Apalagi kalau disekitar kita sulit ditemui tanaman pepaya.

Terakhir dari saya, isu resistensi antibiotik harus kita pikirkan betul – betul untuk jangka panjangnya.

Sampai di sini dulu untuk pembahasan artikel ini. InsyaAllah kita ketemu lagi minggu depan.

Referensi

[1] https://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Salmonella_typhimurium

[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Bacitracin

[3] https://en.wikipedia.org/wiki/Saponin

[4] https://en.wikipedia.org/wiki/Alkaloid

[5] https://en.wikipedia.org/wiki/Flavonoid

[6] Hidayati, lita. 2013. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) untuk Meningkatkan Performa Puyuh Periode Pertumbuhan. Dept. Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fak. Peternakan IPB Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *