Jelas Sekali kalau Kandang Baterai itu lebih Efisien Daripada

Silahkan share di:

Alasannya adalah efisiensi

Semua uji coba, penelitian, maupun sharing dan diskusi dalam membangun usaha peternakan tujuannya efisiensi.

Banyak percobaan yang menghabiskan waktu, tenaga bahkan uang untuk bisa mendapatkan metode yang paling efisien dalam ternak.

Sebelum – sebelumnya sudah banyak yang melakukan efisiensi ini dalam hal pakan. Banyak hal yang telah dicoba.

Mulai dari membuat pakan sendiri, pakan alternatif, pakan fermentasi dan seterusnya. Saya harap semua dari mereka yang melakukan itu mendapatkan hal yang positif dan usahanya semakin lancar.

Tapi yang paling klasik dalam hal efisiensi adalah kandang untuk ayam petelur itu sendiri.

Ini memang topik yang sudah lama sekali. Dan saya kira semua orang sudah tahu kalau melihara ayam petelur kandangnya harus kandang cage atau baterai.

Jarang dan bahkan dan tidak ada yang menggunakan kandang litter.

Kenapa? Iya karena kandang baterai dirasa lebih efektif, lebih mudah dalam kesehariannya.

Tidak hanya dibuktikan oleh penelitian, peternak juga setidaknya merasakan hal yang sama.

Kandang litter itu kandang lantai. Lantai ini bisa diposisi di bawah (di tanah) atau kandang panggung yang ayam petelur dalam jumlah banyak dipelihara secara bersama dalam satu lantai.

Lantai kandang litter dibuat rapat ( kalau panggung). Lantai tidak boleh ada celah yang bisa membuat udara masuk bahkan ayam terperosok.

Biasanya untuk menutupi lantai ini digunakan sekam. Tentu bahan penutup ini tidak terbatas hanya pada sekam, masih banyak bahan lain yang bisa digunakan.

Kelebihan dan kelemahan kandang litter vs batterai

Saya kira kita sudah tahu bahwa pemenangnya pasti adalah kandang baterai. Meskipun begitu, tidak ada salahnya kalau kita tahu bahwa kandang litter ada kelebihannya juga.

Salah satu kelebihannya adalah investasi untuk kandang ini lebih murah. Kalau kita melihat pada artikel saya analisa usaha ayam petelur, biaya untuk kandang batterai ini tidaklah sedikit.

Beda lagi ceritanya kalau yang kita pakai adalah kandang litter.

Tapi dibalik itu, operasionalnya akan sangat merepotkan. Mari kita lihat satu per satu.

Dalam pemberian pakan, akan merepotkan. Setiap hari kita harus masuk kandang dan menyandung – nyandung ayam. Setidaknya dua kali dalam sehari ayam tersandung – sandung oleh kita.

Kasihan ayamnya. Bisa – bisa nanti malah stress dan malas bertelur.

Selanjutnya, litter juga harus diganti secara berkala. Karena kotoran ayam semua terkumpul pada litter ini. Kalau tidak dibersihkan bisa jadi bau, stress, penyakit, produksi telur seret dan mati.

Pada saat proses penggantiannya juga akan mengganggu ketenangan dari ayam. Ayam butuh ketenangan supaya nyaman dan produksi telurnya juga lancar.

Efek lanjut kalau litter tidak diganti secara teratur adalah kelembapan dalam kandang akan menjadi lebih tinggi.

Hal ini karena lantai kandang relatif lebih basah karena semakin banyaknya kotoran. Kalau kondisi lantainya basah, tentu ayam otomatis punya respon fisiologis terhadap kondisi ini.

Tentu responnya tidak menguntungkan bagi si ayam itu.

Ayam petelur yang dipelihara dengan kandang litter membutuhkan energi yang lebih tinggi. Ini karena kandang litter cenderung lebih panas, karena populasinya terkumpul dalam jumlah yang banyak.

Energi yang lebih besar bisa dipenuhi oleh ayam dengan cara makan yang lebih banyak. Hmmm…jadi pakannya ayam di kandang litter lebih boros. Meskipun jumlahnya sedikit.

Kemungkinan lain adalah kalau kandangnya litter, ruang gerak ayam semakin luas. Sehingga energinya akan digunakan untuk pergerakannya yang lebih luas.

Menurut penelitian {1] ayam petelur yang dipelihara dalam kandang litter, jumlah konsumsi pakannya lebih banyak 5 – 7 gram per ekor per harinya.

Hasil produksi dari ayam petelur yang dipelihara di kandang litter penampilannya juga kurang bagus.

Telur akan lebih banyak yang kotor. Karena alasnya bercampur dengan kotoran ayam. Hal ini bisa membuat konsumen merasa tidak nyaman untuk membeli telurnya.

Penelitian kandang baterai dan litter ayam petelur

Ketika diteliti, ternyata performa ayam petelur dalam kandang baterai memang lebih baik.

Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa dari IPB bogor.

Sebanyak 96 ekor ayam petelur umur 32 minggu ditempatkan dalam kandang mirip baterai. Sedangkan untuk kandang litter, diisi ayam sebanyak 150 ekor.

Lama waktu penelitian ini memang tidak begitu lama, hanya 6 minggu. Meskipun demikian, hasilnya cukup bisa dijadikan sebagai referensi.

Secara singkat, hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Kita lihat dulu untuk perbandingan konsumsi pakannya.

Dari data di atas, selama 6 minggu tersebut konsumsi ayam petelur yang dipelihara dalam kandang litter jumlah konsumsi pakannya sedikit lebih banyak.

Alasannya seperti yang sudah saya singgung di atas tadi.

Setelah kita lihat konsumsi pakannya, baru kita lihat produksi telurnya.

Pada akhirnya, produksi telur ayam yang dikandang litter akan sama dengan yang di kandang baterai. Yaitu sejak mulai minggu ke empat.

Ini bisa kita lihat sebagai waktu adaptasi di kandang litter lebih lama daripada ayam yang di kandang baterai.

Kalau mau dianalisa lebih jauh, masih banyak yang bisa kemukaan. Tapi saya kira ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kandang baterai memang lebih efisien.

Ok, terima kasih sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Susanto, Edy. 2014. Performa Ayam Ras Petelur pada Kandang Cage dan Litter. Dibimbing oleh IMAN RAHAYU HS dan LUCIA CYRILLA ENSD. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[2] Amrullah IK. 2004. Nutrisi Ayam Petelur. Ed ke-3. Bogor (ID): Lembaga Satu Gunungbudi.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar