Manfaat Daun Kelor Untuk Pakan Ternak Puyuh

Manfaat daun kelor untuk pakan puyuh?

Beberapa daun – daunan memang bisa digunakan sebagai pakan unggas. Termasuk juga sebagai pakan puyuh.

Tapi syaratnya adalah kandungan nutrisi dari daun tersebut harus baik. Nilai proteinnya harus tinggi dan serat kasarnya rendah.

Contoh daun tersebut adalah daun singkong dan daun kelor.

Daun singkong kandungan proteinnya tinggi akan tetapi serat kasarnya juga cukup tinggi. Selain itu, daun singkong juga punya kandungan antinutrisi asam sianida.

Silahkan lihat di beberapa artikel ini untuk tahu lebih mengenai daun singkong ini.

Daun singkong pakan kambing protein tinggi.

cassava-leaves

Pemanfaatan daun singkong supaya aman untuk ternak.

cassava-leaves-for-goat-feed

Daun singkong untuk konsentrat sampai sebanyak 40%.

Daun kelor kandungan proteinnya juga tinggi dan serat kasarnya lebih rendah dari daun singkong.

Jadi, kalau mau menggunakan daun kelor sebagai pakan puyuh, kira – kira manfaat yang akan diperoleh antara lain.

Kandungan nutrisi daun kelor tinggi.

Kandungan nutrisi yang tinggi sangat diperlukan oleh puyuh. Apalagi kalau dalam masa layer.

Tidak hanya kandungan nutrisinya yang tinggi, asam amino dari daun kelor ini juga seimbang. Selain itu senya aktif yang terkandung di dalamnya bisa dijadikan sebagai sumber vitamin dan antioksidan.

Sehingga, dengan kandungan nutrisi pakan yang lengkap, produksi telur menjadi lebih optimal.

Meningkatkan kualitas telur puyuh.

Dari penelitian yang pernah dilakukan, memberikan daun kelor dalam ransum puyuh bisa meningkatkan tingkat kuning telur.

Lebih detail tentang penelitiannya, nanti ada di bagian bawah artikel ini.

Menghemat biaya pakan.

Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk manfaat yang satu ini. Yaitu, syaratnya daun kelor yang diperoleh harus gratis.

Tapi ini sepertinya tidak mudah.

Daun kelor ini sudah dikenal luas sebagai salah satu tanaman herbal. Selain itu, daun kelor juga digunakan dalam produk kecantikan.

Oleh karena itu, akan terjadi persaingan yang sengit untuk memperebutkan stok daun kelor ini.

Solusinya adalah?

Menanam sendiri tanaman kelornya.

Cara menggunakan daun kelor untuk pakan puyuh

Kalau mau menggunakan daun kelor sebagai pakan puyuh, daun harus dibuat dalam bentuk tepung.

Hal ini karena kalau bentuknya tepung, ia akan lebih mudah untuk dicampur dengan bahan pakan lain.

Cara membuat tepung daun kelor adalah seperti ini.

Carilah daun kelor. Kalau sudah dapat pisahkan antara daun dan tangkai.

Selanjutnya, daun kelor tersebut dikeringkan. Pengeringannya bisa menggunakan jemur matahari atau alat pengering, oven misalnya.

Perpaduan antara jemur matahari dan oven juga bisa. Jemur matahari dilakukan selama 6 jam setelah itu dioven selama 6 jam juga.

Suhu untuk ovennya 60 derajat Celcius. Kalau suhunya terlalu tinggi, daun bisa jadi arang. Kalau terlalu rendah, proses pengeringannya terlalu lama.

Setelah daun kelor kering, kemudian digiling. Terserah, mau giling pakai mesin atau ditumbuk manual. Yang penting hasilnya bisa halus.

Untuk hasil tepungan yang seragam, daun kelor yang sudah digiling bisa diayak. Makin kecil ukuran ayakan, makin halus hasil tepungnya.

Kandungan nutrisi daun kelor

Kandungan nutrisi dari tepung daun kelor ada pada gambar di bawah ini. Nilai ini berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di IPB Bogor.

Tepung daun kelor untuk pakan puyuh petelur

Setelah kita mendapatkan daun kelor dalam bentuk tepung, kita bisa menggunakannya sebagai campuran ke dalam pakannya.

Jumlah tepung daun kelor dalam campuran adalah sebanyak 5%. Namun, menurut penelitian, kalau jumlahnya sebanyak 10% masih tidak masalah.

Jadi, kalau total pakannya 10 kg, maka pakan standarnya 9,5 kg dan tepung daun kelornya 0,5 kg.

Pakan standard yang saya maksud adalah pakan komersial atau pakan racikan sendiri yang kualitas nutrisinya sudah memenuhi kebutuhan puyuh petelur.

Kalau masih kurang jelas, silahkan baca dulu artikel yang satu ini.

Membuat pakan puyuh sendiri, memang lebih murah. Ini contohnya.

Ransum campuran ini bisa diberikan dalam jumlah yang normal, yaitu sekitar 20 gam per ekor per hari.

Dengan ramsum campuran ini, ternyata performa puyuh petelur tidak mengalami gangguan. Artinya, produksinya masih normal.[1]

Biar lebih yakin, produksi puyuh yang normal tersebut secara angka bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

daun kelor untuk pakan puyuh

Di sisi lain, kalau daun kelor bisa didapatkan secara cuma – cuma, biaya pakan bisa lebih hemat.

Misalnya kalau per kg harga pakan adalah 8000 rupiah. Lima persen dari 8 ribu adalah 400 rupiah. Artinya, kita bisa hemat sebanyak itu untuk tiap kg pakan.

Dari analisa usaha puyuh 1000 ekor, sebulan kita perlu pakan sebanyak 600 kg. Kalau diuangkan maka penghematan kita selama sebulan bisa jadi 400 x 600 = 240 ribu rupiah.

Tepung daun kelor meningkatkan kualitas telur puyuh

Masih dalam penelitian yang sama, tapi berbeda, daun kelor dapat meningkatkan kualitas telur.

Daun kelor yang digunakan sama. Sama dibuat dalam bentuk tepung. Cara membuatnya sama seperti langkah di atas.

Jumlah tepung daun kelornya adalah sebanyak 5% dalam ransum.

Dan ternyata, kualitas telur yang dihasilkan tidak kalah dengan puyuh pakan standard bahkan sedikit lebih baik.[2]

Secara angka, nilainya adalah sebagai berikut.

daun kelor untuk pakan puyuh

Yang paling kelihatan dari perbedaan hasil tersebut adalah warna kuning telur meningkat secara drastis. Dari yang dengan pakan standar nilainya 0,23, dengan penambahan daun kelo, warna kuning telurnya meningkat menjadi 10.

Saya kira cukup sekian untuk artikel kali ini. Silahkan dishare kalau dirasa artikel ini ada manfaatnya.

Sampai jumpa lagi minggu depan. Terima kasih.

Referensi

[1] Atsilah, Ishmah. 2016. Performa Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Periode Layer yang Diberi Ransum Tepung Daun Kelor dan Asam Fulvat. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[2] Suhada, Subika. 2016. Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dan Asam Fulvat Terhadap Kualitas Telur Puyuh. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *