Pengembangan Daun Indigofera cordifolia Menjadi Pelet Sebagai Alternatif Pakan Kambing(bag 1)

Silahkan share di:

Ada sebuah presentasi ilmiah yang dibuat oleh beberapa peneliti dari Universitas IPB Bogor.

Presentasi tersebut menceritakan tentang daun atau tanaman indigofera yang telah dikembangkan menjadi pakan ternak kambing terutama kambing perah.

Pengembangannya adalah daun indigofera tersebut diproses menjadi hay, tepung dan pelet.

Postingan kali ini saya mencoba menceritakan sedikit pemahaman saya dari file presentasi tersebut.

Jadi untuk lebih jelasnya kalau berkenan silahkan dibaca lebih lanjut.

Permasalahan klasik dalam berternak kambing adalah masalah pakan kambing.

Pakan kambing dalam peternakan kambing mengambil proporsi yang cukup besar dalam keseluruhan proses peternakan.

Waktu musim hujan hijaun melimpah namun karena basah mudah berjamur dan busuk.

Saat musim kemarau pertumbuhan hijauan kurang maksimal bahkan tidak tumbuh.

Sebenarnya sudah ada metode-metode yang digunakan untuk penyimpanan bahan pakan ternak kambing, seperti silase atau semacamnya.

Kenapa daun indigofera? Kalau menurut saya karena daun indigofera memiliki nutrisi yang tinggi untuk digunakan sebagai pakan kambing.

Kandungan protein kasarnya saja antara 27-30% dari berat kering. Protein kasar daun indigofera tersebut hampir sebanding dengan kacang kedelai.

Indigofera dapat memproduksi daun per tahun per hektar sebanyak 51 ton berat kering.

Kalau anda punya lahan 1000 meter persegi, berarti lahan Anda mampu menghasilkan daun indigofera sebanyak 5,1 ton.

Sebagai informasi saja 1 hektar sama dengan 10.000 meter persegi. Apabila lahan Anda 2000 meter persegi maka produksi daun indigofera sebanyak 10,2 ton per tahun.

Tingkat perkecambahan dari tanaman indigofera ini juga tinggi, yaitu 90-94%.

Maksudnya kalau Anda punya 1000 bibit atau biji indigofera, bibit tersebut yang bisa hidup atau berkecambah adalah sebanyak 9000-9400 bibit atau biji.

Jadi jumlah bibit yang mati sebanyak 600 – 1000 bibit atau biji indigofera. Ini hanya kalkulasi teori saja, buat penyemangat. Fakta dilapangan bisa saja berbeda.

Kandungan nutrisi daun indigofera

Data ilmiah untuk nutrisi daun indigofera antara lain sebagai berikut:

– Protein Kasar 27-29% dengan tingkat kecernaan protein tersebut 86%. WOW!

Maksudnya kalau Anda punya 1000 gram daun indigofera, protein terkandung dari 1000 gradalah sebesar 270-290 gram.

Lha dari 270-290 gram protein daun indigofera, yang dapat dicerna sebanyak 80/100 × 270 = 216 gram atau 80/100 × 290 = 232 gram.

Tidak hanya berprotein tinggi, melainkan protein daun indigofera juga memiliki asam amino yang lengkap.
– Serat Kasar daun indigofera sebesar 15,25%.

– Mineral Kalsium Ca 1,62 % dan Fosfat P 0,28%.
Nutrisi Total yang Dapat Dicerna atau TDN 76-79%. Nilai TDN sebesar itu cukup tinggi.

Biar lebih semangat membacanya, langsung saja kita bahas hasil dari penelitiannya…hehehe…

Produk pakan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah pakan atau konsentrat dari daun indigofera berbentuk pellet. Setelah daun di panen daun dikeringkan, ditepung lalu dicetak menjadi pellet tentunya.

 

 

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa proses pembuatan daun indigofera menjadi pelet adalah daun dikeringkan kemudian dikemas dalam plastik dan disimpan, digiling atau ditepung lalu setelah itu cetak menjadi pelet.

Pengeringannya antara lain dengan sinar matahari yang suhunya 29 – 30 derajat celcius. Dioven pada suhu 40 derajat celcius, 55 derajat celcius dan 70 derajat celcius.

Gambar di atas adalah gambar grafik dari waktu dan jumlah kandungan air daun indigofera dari masing-masing perlakuan pengeringan.

Pengeringan paling cepat dilakukan dengan sinar matahari dan dioven pada suhu 70 derajat celcius.

Hal tersebut dapat dilihat dari grafik bahwa 1-2 jam pertama pengeringan, jumlah kadar air langsung turun ke angka dibawah 30%.

Semua proses pengeringan berhenti di jumlah kadar air sebesar ±25% (perkiraan dari gambar tabel) kecuali dengan sinar matahari menunjukkan hasil akhir kandungan air sedikit lebih tinggi dari yang lainnya.

Gambar diatas adalah gambar tabel antara perlakuan suhu dan kandungan nutri dari Berat Kering (BK), Abu, Lemak Kasar (LK), Protein Kasar (PK) dan Serat Kasar (SK).

– Berat kering tertinggi di peroleh perlakuan pada suhu 70 derajat celcius sedangkan berat kering terendah diperoleh pada suhu 40 derajat celcius.

– Abu terendah diperoleh pada suhu 40 derajat celcius sedangkan abu tertinggi diperoleh pada suhu 55 derajat celcius.

– Lemak Kasar terendah diperoleh pada suhu 70 derajat celcius sedangkan Lemak Kasar tertinggi diperoleh pada suhu 55 derajat celcius.

– Protein Kasar terendah diperoleh pada suhu 55 derajat celcius sedangkan Protein Kasar tertinggi diperoleh pada suhu 70 derajat celcius.

– Serat Kasar terendah diperoleh pada suhu 55 derajat celcius sedangkan Serat Kasar tertinggi diperoleh pada suhu 40 derajat celcius.

Jadi kesimpulan sementara, nutrisi terbaik dari pembuatan pelet daun indigofera dengan pengeringan suhu sebesar 70 derajat celcius.

Namun kalau dilihat lebih seksama, kalau Anda ingin membuat sendiri pelet daun indigofera dan tidak punya oven, bisa menggunakan pengeringan dengan sinar matahari.

Kelanjutannya bisa kunjungi link artikel berkut ini.

Artikel lanjutan.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar